Kelebihan Camera Full Frame

Kelebihan Camera Full Frame

Dengan membaca artikel ini, kamu akan pahami kekurangan dan kelebihan camera full frame bila dibanding dengan camera APS-C atau umum disebutkan camera crop faktor.

Sesaat camera film jaman dulu atau SLR, cuman ada satu ukuran film, yakni 24mm x 36mm (full frame). Sesudah ditemukan camera digital, ukuran sensor sebesar camera film di rasa begitu mahal dalam ongkos produksi.

7 Kelebihan Camera Full Frame, Pas untuk Profesional

Untuk mendesak harga jual, pada akhirnya produsen camera meningkatkan mekanisme APS-C dengan kurangi ukuran sensor atau umum disebutkan dengan camera crop faktor.

Baca Juga: Feature Unik Google Photos

Tetapi sebab penjualannya tidak penuhi keinginan, Contax pada akhirnya hentikan produksi camera ini.

Di tahun 2002 – persisnya satu tahun selanjutnya – Canon susul dengan membuat camera DSLR full frame pertama mereka, yakni Canon EOS 1Ds yang termasuk cukuplah berhasil bila dibandingkan Contax.

Jadi pokoknya, camera full frame ialah seluruh camera DSLR yang memakai ukuran sensor yang serupa sama ukuran film, yaitu 24 x 36mm. Sampai sekian tahun lalu, mekanisme full frame atau APS-C cuman ada pada camera DSLR, misalnya camera Nikon atau Canon.

Tetapi sekarang ini, camera Mirrorless makin terkenal. Dengan Mirrorless, kamu dapat memperoleh camera “kecil” dengan kualitas gambar sama dengan DSLR dengan pola sensor full frame atau APS-C.

Untuk beberapa photografer profesional, umumnya dari mereka condong pilih camera full frame dibandingkan APS-C. Simpelnya, camera full frame menggunakan sensor yang memiliki ukuran sama dengan 1 frame film 35mm tradisionil, yaitu 36 x 24 mm. Sensor ini semakin besar dari camera bertipe APS-C yang mempunyai sensor memiliki ukuran 22 x 15 mm.

Keunggulan Kamera Yang Memiliki Frame Yang Penuh

Lalu, apa keuntungan dan kelebihan menggunakan camera full frame dibandingkan APS-C? Dan apa sesuai dengan harga yang condong mahal?

  1. Mempunyai sensor yang semakin besar dan lebih bagus

Dibandingkan camera bertipe APS-C, camera full frame mempunyai sensor yang semakin besar. Makin besar sensor, makin besar pixel, jelas situs Adorama Kamera. Pixel yang semakin besar akan tangkap semakin banyak info warna dan sinar masuk dan semakin sedikit noise dibandingkan pixel yang lebih kecil.

That’s why, ISO tinggi bekerja lebih bagus pada camera full frame karena sensornya yang besar. Keuntungan lain adalah dapat membandingkan macam warna yang lebih lembut dan tangkap bentang aktif yang semakin besar. Hasilnya akan tingkatkan ketepatan, realisme dan vibrant pada photo.

  1. Umumnya, mempunyai resolusi yang semakin besar

Umumnya, camera full frame mempunyai resolusi yang semakin besar dari camera APS-C. Misalkan, Sony Alpha α7R II memiliki resolusi 42,4 megapiksel dan memiliki ISO 100-25.600. Begitupun dengan Sony α7R IV yang memiliki resolusi 61 megapiksel dengan bentang ISO 100-32.000.

Sama ini, kita dapat memfoto dan ambil video pada kondisi penerangan yang minim. Disamping itu, sensor full frame dapat tangkap detil yang lembut, bentang aktif yang besar, gambar yang lebih tajam dan kurangi noise dalam photo, ungkapkan situs Adorama Kamera. Lebih baik dari camera APS-C!

  1. Tidak ada crop faktor seperti pada APS-C dan MFT

Terdapat beberapa pilihan lensa yang ada untuk camera full frame. Dan tidak ada crop faktor seperti pada camera APS-C. Contoh, bila kita menempatkan lensa dengan panjang 24 mm, karena itu hasilnya akan masih 24 mm. Tetapi, bila terpasang di camera APS-C, maka beralih menjadi 36 mm sebab ada crop faktor 1,5 kali.

Begitupun bila kita menggunakan lensa 50 mm, di full frame panjangnya tetap sama, tapi di camera APS-C bisa menjadi 75 mm. Simpelnya, dengan crop faktor, lensa akan berbeda bertambah lebih panjang. Lensa ultra-wide bisa menjadi wide dan lensa wide bisa menjadi normal. Dengan menggunakan full frame, ini tidak berlangsung!

  1. Hasilkan bokeh yang lebih lembut

Situs Borrow Lenses membuat perbedaan di antara bokeh yang dibuat oleh tiga camera, yaitu Canon 5D Mark III (full frame), Fuji X-E2 (APS-C dengan crop faktor 1,5x) dan Olympus OM-D E-M1 (Micro Four Thirds/MFT dengan crop faktor 2x). Antara tiga camera itu, yang mana memiliki bokeh paling lembut?

Lalu, Borrow Lenses coba memfoto object yang serupa dengan focal length dan aperture yang serupa. Hasilnya, camera full frame dari Canon 5D Mark III memberikan bokeh yang lebih lembut dibandingkan camera APS-C dan MFT yang mempunyai crop faktor. Pikirkan camera full frame bila pengin bokeh yang lebih smooth.

  1. Noise yang dibuat semakin sedikit

Memfoto dalam tempat dengan penerangan minim membuat kita harus meningkatkan ISO. Resikonya, makin tinggi ISO, makin banyak noise yang tampil dipotret. FYI, dalam photografi, noise ialah distorsi visual yang berbentuk beberapa titik dilukis. Noise membuat hasil photo jadi kurang jernih dan kurang bersih.

Camera full frame mempunyai sensor dan pixel yang besar, yang akan hasilkan gambar dengan kualitas yang lebih bagus pada ISO tinggi. Hasilnya, noise akan nampak semakin sedikit dibandingkan camera crop faktor, seperti APS-C atau MFT. Bahkan juga, camera full frame mempunyai ISO optimal sampai 25.600 ataupun lebih dengan noise yang semakin sedikit.

  1. Mempunyai bentang aktif yang lebih luas

Keunggulan lain dari camera full frame ialah mempunyai bentang aktif yang lebih luas. Bentang aktif luas dapat tangkap detil bayang-bayang paling gelap dan detil highlight paling jelas. Menurut situs Wex Foto Video, camera dengan bentang aktif luas dapat tangkap bayang-bayang, midtone dan highlight semakin banyak.

Contoh kenyataannya, camera dengan bentang aktif sempit dapat tangkap detil di tempat yang lebih gelap, tapi tidak berhasil tangkap detil di tempat yang lebih jelas, begitupun kebalikannya. Seperti pada contoh photo di atas, detil langit dipotret samping kiri kurang nampak dan berwarna kurang mencolok. Tetapi, ini dapat diminimalkan di camera full frame.

  1. Sisi bodi dibikin berbahan yang lebih bermutu

Sama seperti yang kita ketahui, camera full frame mempunyai harga yang tambah mahal dari camera APS-C dan MFT. Bahan untuk bikin bodi camera APS-C dan MFT umumnya dibikin dari kombinasi plastik dan polycarbonate, terang situs Wex Foto Video. Sesaat, camera full frame banyak yang dibikin dari magnesium yang lebih padat.

Sebab berbahan yang lebih bermutu, camera full frame lebih tahan pada cuaca, debu dan air. Tetapi, ini bawa resiko tertentu, yaitu ukuran bodi camera yang bertambah lebih berat dari camera crop faktor.

Nah, itu keunggulan camera full frame dibandingkan camera APS-C atau MFT. Dengan semua plus-minusnya, siapkah kamu bertukar ke camera full frame?